+62 21 8303726 | sekretariatlpuknakes@gmail.com  | Hari Kerja Senin - Jumat: 09:00 WIB - 16:00 WIB

Try Out Perdana Uji Kompetensi Ahli Teknologi Laboratorium Medik dengan 2 Metode (CBT dan PBT)

Uji coba ini dilaksanakan oleh Asoiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (AIPTLMI) bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Uji Kompetensi (LPUK-Nakes). Kerjasama antara AIPTLMI dan LPUK-Nakes tidak hanya pada tahap penyelenggaraan uji coba, namun juga dilaksanakan sejak tahap persiapan uji coba, meliputi pengembangan blueprint dilanjutkan dengan pengembangan materi uji, penyusunan organisasi/ Panitia penyelenggara, pendaftaran peserta berbasis jaringan (website), pengelolaan lokasi uji hingga penyiapan SDM komponen uji. Uji coba ini merupakan uji coba pertama yang dilaksanakan menggunakan standar uji kompetensi yang dikembangkan oleh LPUK-Nakes.

Sebagaimana diketahui, uji kompetensi untuk mengukur pengetahuan dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu uji tulis (paper based test) dan uji berbasis komputer (computer based test). Meskipun kedua metode memiliki proses yang berbeda dalam penyiapannya, namun hal ini tidak menyurutkan semangat Panitia uji coba untuk tetap melaksanakan uji coba dengan 2 metode ini dengan asistensi dan dukungan dari LPUK-Nakes.

ATLM dibawah naungan Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (AIPTLMI) secara resmi belum menjadi anggota LPUK-Nakes. Namun hal ini tidak menghalangi Panitia dan LPUK Nakes dalam mensukseskan pelaksanaan uji coba perdana ATLMI ini. Sejak persiapan hingga pelaksanaan uji coba uji kompetensi, AIPTLMI dan LPUK-Nakes mampu bekerja sama dengan baik dalam setiap tahap persiapan pelaksanaan uji coba ini.

Pemilihan metode uji coba dengan 2 metode CBT dan PBT sempat menjadi tantangan tersendiri bagi Panitia AIPTLMI dan LPUK-Nakes karena harus melakukan persiapan 2 kali dalam waktu bersamaan, yang biasanya hanya melakukan persiapan untuk 1 metode saja untuk 1 periode ujian. Namun berbekal semangat untuk kemajuan profesi teknologi laboratorium medik dan juga pengalaman dari LPUK-Nakes, Uji Coba UKATLMI telah berhasil dilaksanakan pada tanggal 5-6 Mei 2017.

Pelaksanaan Uji Coba UKATLMI diawali dengan Pelatihan Pengawas Pusat CBT di CBT Center Stikes Binawan Jakarta pada tanggal 3-4 Mei 2017. Seluruh Pengawas Pusat dari berbagai wilayah di Indonesia hadir dan menjalani pelatihan dengan serius. Hingga saat pelaksanaan pelatihan, calon Pengawas Pusat belum mendapatkan informasi dimana mereka akan ditugaskan. Hal ini dilakukan oleh Panitia agar calon Pengawas Pusat menjalani pelatihan dengan serius dan siap ditempatkan dimanapun. Pelatihan di CBT Center Stikes Binawan juga memberi kesempatan calon Pengawas Pusat untuk mencoba login dan merasakan ujian sebagai peserta dan juga belajar bagaimana menggunakan Fitur Admin CBT di komputer dengan narasumber dari Divisi Teknologi dan Informasi (TI) LPUK-Nakes.

Setelah menjalani pelatihan hands on CBT di CBT center, kegiatan dilanjutkan di Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah, untuk pembekalan materi lainnya yang wajib dikuasai oleh calon Pengawas Pusat sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik di lokasi uji meliputi kode etik Pengawas Pusat, penjelasan mengenai paket ujian hingga latihan membuka paket materi uji dan pengisian Berita Acara ujian. Setelah itu, ditempat ini Pengawas Pusat juga menerima berkas materi uji dan berkas administrasi untuk pelaksanaan uji coba di lokasi. Karena alur perjalanan Pengawas Pusat di setiap daerah sangat bergantung pada ketersediaan transportasi, maka pada dini hari di tanggal 4 Mei 2017 sudah ada Pengawas Pusat yang harus berangkat ke lokasi ujian. Jumlah lokasi pelaksanaan uji coba ini adalah 32 lokasi yang terdiri dari 26 lokasi dengan CBT dan 6 lokasi dengan PBT dengan total peserta 3.239 orang.

Pelaksanaan uji coba dengan PBT juga sempat menjadi pertanyaan beberapa pihak termasuk mahasiswa peserta uji coba, sebagaimana pengalaman penulis saat memonitoring pelaksanaan ujian di salah satu lokasi ujian, apakah akan ada perbedaan hasil dengan peserta ujian yang menggunakan metode CBT. Namun dijawab dengan tegas oleh Pengawas Pusat bahwa tidak ada perbedaan hasil yang signifikan antara metode CBT dan PBT sebagaimana pengalaman uji kompetensi di profesi kesehatan yang lainnya, yang telah melaksanakan Uji Kompetensi dengan dua metode tersebut.

Semoga dengan telah dilaksanakannya uji coba UKATLMI ini dapat menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi profesi ATLM. Dan dengan pengalaman uji coba uji kompetensi dengan menggunakan dua metode ini (CBT dan PBT), diharapkan profesi ATLM dapat menentukan metode terbaik dan sesuai dengan kebutuhan profesi.